Gizi, Pangan, & Kesehatan

TETAP SEHAT DI ERA NEW NORMAL

Kesehatan Mental dan Sosial

Kesehatan mental selayaknya menjadi salah satu perhatian dalam kondisi pandemic ini. Jika Anda seringkali mengalamisakit kepala, sakit pada leher dan pundak, sakit punggung, sakit perut, tidak merasa lapar, merasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan, dada seperti tertekan, dan otot tegang, bisa jadi Anda sudah mengalami stres. Hal tersebut terjadi karena pikiran dan perilaku Anda sendiri.  Terlalu keras pada diri sendiri, mudah marah dan bertengkar dengan orang lain, merasa hidup ini terasa berat dan terlalu mencemaskan masa depan dapat menyebabkan stres. Ada dua metode untuk mengatasi stres, yaitu latih diri Anda dalam menghadapi stres dan bebaskan diri Anda dari berbagai pikiran. Saat emosi, perhatikan apa yang Anda rasakan, tenangkan diri dan berusaha memahami apa yang Anda rasakan, ubah fokus perhatian kepada hal lain, dan usahakan untuk terlibat dengan lingkungan sekitar. Bebaskan diri Anda dari berbagai pikiran dan perasaan dengan cara menyadari dan mengidentifikasi kondisi yang anda rasakan, kemudian memusatkan diri kembali pada aktivitas yang sedang dikerjakan,

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental Anda:

  • Tetap menjaga hubungan sosial dengan orang lain.

Menjaga hubungan sosial baik tatap muka langsung dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker ataupun melalui media sosial. Reuni dengan teman sekolah atau teman kuliah secara online misalnya, dapat membuat Anda lebih bahagia. Antusiasme dalam berinteraksi dengan teman atau kerabat yang sudah lama tidak ditemui, dapat menular dan berujung pada munculnya semangat baru dalam menjalani kehidupan. Pengajian online bersama keluarga besar atau kerabat dapat membuat kesehatan osial, mental dan spiritual Anda lebih baik.

  • Menjalankan hobi atau membuat sebuah aktivitas baru yang menyenangkan.

Hindari kebosanan dari rutinitas dengan melakukan sesuatu yang baru dan menyenangkan. Tidak ada salahnya mencoba untuk menjalankan hobi dan mendapatkan penghasilan tambahan. Menanam sayuran sambil memelihara ikan dalam ember besar dapat menjadi pilihan aktivitas yang menyenangkan dan secara bersamaan mendukung ketahanan pangan di rumah.

  • Perhatikan tubuh dan Pikiran Anda.

Manjakan tubuh dengan mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang. Perbanyak konsumsi sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral lain yang dibutuhkan tubuh. Berolahraga di luar rumah dengan tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan lainnya akan menjaga fungsi tubuh Anda tetap baik. Cukup istirahat, tidak minum alkohol, tidak merokok, dan mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup mendukung kesehatan Anda agar tetap prima. Kesehatan fisik mendukung terwujudnya kesehatan mental, dan sebaliknya.

Pilih dan batasi “konsumsi” pemberitaan. Tidak membaca pemberitaan yang cenderung negatif, dapat membuat pikiran Anda lebih tenang. Alih-alih membaca berita yang belum jelas kebenarannya, lebih baik Anda dapat berbincang dengan keluarga.

  • Istirahat sejenak secara rutin dari aktivitas yang melibatkan layar.

Jika Anda banyak menggunakan “layar” dalam aktivitas Anda sehari-hari, maka istirahat sejenak dari “layar”(gawai/gadget, laptop, televisi) dalam jangka waktu tertentu dapat membuat otak tidak penat dan lebih rileks.

  • Tetaplah Berada di Rumah

Meskipun jargon #stayathome sepertinya sudah mulai kehilangan pamor, ingatlah di luar sana ancaman virus Corona masih mengintai. Hindari keluar rumah dan berkumpul dengan banyak orang, kecuali untuk keperluan yang mendesak. Biasakan mencatat kebutuhan yang perlu Anda lakukan di luar rumah termasuk juga membuat catatan belanja. Jika memungkinakan, simpan persediaan makanan dan atau obat-obatan dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun, tetap perhatikan sisi kesehatannya ya.

  • Senantiasa Berpikir Positif dan Saling Menyemangati.

Adalah sesuatu yang wajar jika saat ini hidup dalam kekhawatiran akan banyak hal. Pendidikan anak, keselamatan diri dan keluarga, keuangan, serta banyak hal lainnya. Namun senantiasa berpikir positif. Sebagai makhluk Tuhan, sudah selayaknya kita hanya bergantung kepada-Nya. Jika kita terlampau khawatir, bukankah sama saja kita meragukan kuasa-Nya? Saat kekhawatiran itu muncul, bicaralah dengan orang lain yang dapat dipercaya. Berbicara dengan seseorang dapat menimbulkan perasaan didengarkan dan dimengerti. Setelahnya, mungkin akan timbul perasaan tenang dan lebih nyaman. Orang yang diajak bicara dapat memberikan pandangan dan motivasi untuk lebih berdamai dengan kehidupan. Meningkatkan ibadah juga dapat membuat kita lebih mudah untuk berpikir positif terhadap segala yang dialami.

  • Dukungan bagi yang terdampak.

Berbuat baik pada orang lain dapat mengurangi stres. Jika dijalankan secara rutin, akan menimbulkan ketenangan dan memudahkan seseorang menemukan makna hidup, bahkan saat mengalami stres tingkat tinggi.

Semoga dengan membaca dan menerapkan hal-hal yang sudah diuraikan di atas, kita tetap dapat sehat di era new normal ini. Ingat, ancaman penularan COVID-19 tetap mengintai walaupun Indonesia saat ini sudah dinyatakan memasuki new normal. Sekali kita lengah, virus Corona akan menginfeksi. Oleh karena itu, tetap lakukan tindakan pencegahan: jaga jarak, gunakan masker, rajin mencuci tangan, dan tutup mulut serta hidung saat batuk dan bersin. Pandemi ini belum berakhir, setiap orang masih berisiko terjangkit hingga vaksin atau pengobatan efektif berhasil ditemukan.

Dikembangkan dari infografis WHO dan Kementerian Kesehatan terkait COVID-19.

(Penulis adalah peneliti di Balitbangkes Kemkes RI, founder Komunitas Sahabat Sehati, dan aktivis Innovation Centre for Tropical Sciences).

Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Your email address will not be published.