Religi

Manajemen Waktu Ibu, Untuk Keluarga dan Karir.

Adapun ulasan tentang Ibu pekerja atau wanita karir adalah sebagai berikut. Ada tiga pendapat dari para ulama serta cendekiawan yang mewarnai pembahasan seputar wanita karier. Pertama, mereka yang membolehkan wanita bekerja tanpa syarat apapun. Kedua, tidak membolehkan sama sekali, dan ketiga, membolehkan tapi dengan syarat-syarat tertentu. Seperti dikutip dari Kitab al-Mawsu’at al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, menurut ulama dan cendekiawan asal Mesir, Sayid Qutb, ajaran Islam lebih dekat dengan pandangan yang terakhir. “Sebab, tidak ada larangan dalam Islam,” ujar dia. Islam, sambung dia, membolehkan wanita bekerja di bidang kemampuannya asal disesuaikan dengan kodrat kewanitaannya. “Yakni kodrat biologis dan mentalnya.”

Beberapa contoh perempuan masa Rasul yang terlibat dalam pekerjaan publik, di antaranya: 1. Ummu Salamah, Shafiyah, Laila Al-Ghaffariyyah, Ummu Sinam All-Aslamiyyah tercatat sebagai tokoh yang terlibat dalam peperangan. 2. Bidang pekerjaan, Ummu Salim binti Malham sebagai perias pengantin, Istri Nabi, Khadhijah pedagang perempuan sukses dan Ummi Bani Anmar pernah datang kepada Nabi meminta petunjuk jual beli. Raithah aktif bekerja.

Salah satu kunci dari kesuksesan antara menjadi ibu rumah tangga dan menjadi wanita karir adalah manajemen waktu yang seimbang diantara keduanya, dimana kewajiban dari menjadi ibu rumah tangga dan pekerjaan menjadi wanita karir dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karenanya kesuksesan tersebut tak terlepas dari 3 hal: perencanaan kegiatan (Plannner) yang baik, pelaksanaan agenda yang sesuai dengan prioritas, cara serta aturan dan terakhir evaluasi dari tiap agenda yang telah dilaksanakan bersama anggota keluarga.

Dengan memenuhi manajemen waktu hak seorang ibu, insya Allah akan lebih dapat memudahkan ibu untuk menjadi seorang ibu yang seimbang antara mengatur kebutuhan keluarga dan pekerjaan kariernya. Berikut 4 manajemen waktu hak seorang ibu, baik ibu rumah tangga maupun ibu pekerja menurut Ust. Bendri Jaisyurrahman:

Me Time : waktu seorang ibu untuk meng-interalisasi diri, ber-tafaqqur

Couple Time : waktu seorang ibu bersama pasangannya atau waktu untuk berbicara khusus dengan suamiya.

Family Time : waktu seorang ibu untuk berbicara dengan anggota keluarga, seperti berdiskusi tentang aturan keluarga. (contoh: aturan penggunaan gadget dll)

Social Time : waktu seorang ibu untuk bersosialisasi bersama teman (ikut pengajian rutin, majlis Taklim).

Semoga bermanfaat. 🙂

Pages: 1 2

Leave a Reply

Your email address will not be published.